Match Made In Heaven
Pengarang : Bob Mitchell
Penerbit : Ufuk
Review
Elliot Goodman tergesa-gesa dibawa ke ruang operasi karena serangan jantung gawat. Di sana, saat hidupnya tengah berada di ujung tanduk, Tuhan menghampirinya untuk memberinya kesempatan sekali lagi. Syaratnya, Elliot harus mampu mengalahkan Tuhan dalam pertandingan golf delapan belas lubang. Agar adil, Tuhan mengirimkan kepada Elliot delapan belas orang “utusan-Nya”—orang-orang hebat yang pernah tercatat dalam sejarah, mulai dari Socrates, da Vinci, Joan of Arc, hingga Gandhi, Freud, Picasso, Beethoven, dan John Lennon, tak ketinggalan si cantik Marylin Monroe. Mereka tidak hanya menantang kemahiran Elliot bermain golf, tetapi juga karakternya. Tiap lawannya itu memberi Elliot peristiwa dan pandangan baru yang mungkin menyelematkan hidupnya.
Novel ini menyuguhi kita kisah klasik pencarian manusia akan hakikat hidupnya dan pemahamannya atas hikmah tersembunyi yang dianugerahkan Tuhan di balik peristiwa-peristiwa kehidupan. Lewat tutur yang mengalir dan isi yang sarat makna mesk sedikit nyeleneh, kita akan terbawa begitu saja pada pemahaman baru tanpa merasa telah membaca sesuatu yang “berat”
Sekolah Itu Candu
Pengarang : Roem Topatimasang
Penerbit : Insist Press
Review
Tak kurang dari dua belas tahun waktu yang dibutuhkan untuk bersekolah. Sungguh merupakan rentang waktu yang panjang dan bisa jadi sangat menjemukan. Apalagi jika sekedar mengisinya dengan duduk, mencatat, sesekali bermain, dan yang paling sering sekaligus paling penting: mendengarkan guru berceramah di depan kelas. Lalu apa hasil dari duduk-duduk selama belasan tahun itu? Lewat sekolah, seseorang bisa saja mendapat penghormatan, namun seringkali juga mendapat cemoohan. Atau bahkan mendapatkan keduanya. Ya, sekolah memang mampu mencetak seorang anak manusia menjadi pejabat sekaligus penjahat!
Melalui buku ini, kita diajak untuk bertanya,”Masih pantaskah sekolah mengakui dirinya sebagai pemeran tunggal dalam mencerdaskan seseorang ?” Pertanyaan ini ditujukan, terutama kepada semua orang yang percaya akan keampuhan sebuah institusi bernama SEKOLAH.
Info Literasi
Canting
Canting adalah judul novel karya Arswendo Atmowiloto. Novel ini diterbitkan oleh Penerbit Gramedia, tahun 1986. Cerita novel ini mengenai pengabdian seorang wanita Jawa kepada suami dan seluruh keluarganya. Selain itu juga menceritakan perjuangannya untuk membantu usaha suaminya. Sekalipun tokoh cerita ini sibuk dengan kegiatan usahanya, ia tidak pernah melalaikan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu rumah tangga. Di samping kedua hal itu, novel ini juga mengajukan masalah persaingan dalam bisnis batik tradisional dengan produk batik produksi pabrik modern yang canggih.
Latar cerita novel ini adalah kehidupan masyarakat Jawa Tengah, khususnya Solo, dengan segala macam adat-istiadat, tata krama, serta pernak-pernik bisnis kain batik khas Jawa.
(sumber: Ensiklopedi Sastra Indonesia)
Menulis membantu memecahkan masalah
Karena menulis mendorong proses integritas informasi, maka menulis bisa membantu memecahkan masalah-masalah yang rumit. Jika seseorang menulis dengan bebas tentang sebuah masalah yang rumit yang sedang ia hadapi, ia akan lebih mudah untuk mendapatkan pemecahannya. Ada beberapa alasan untuk hal ini. Salah satunya adalah bahwa menulis memaksa orang-orang untuk memusatkan perhatian mereka lebih panjang pada satu topik tertentu daripada kalau mereka hanya memikirkannya. Karena menulis lebih lambat daripada berpikir, setiap gagasan harus dipikirkan dengan lebih terperinci. Menulis lebih bersifat “linear” daripada berpikir, yaitu bahwa menulis memaksa suatu gagasan untuk ditranskripsikan sebelum gagasan lainnya mulai dipikirkan.
(sumber: Quantum Writing, Editor: Hernowo)
Hadiah Jazz and Books 20 April 2008:
Match Made In Heaven