tobucil's posts with tag: book of the month
|  | Kenapa ditaro foto2nya?? siapa tauuu penulis yang mau exist menyempatkan diri untuk ikut berpartisipasi di Book of the Month nya Tobucil. Asiikk lagi, bisa tau komentar2 cerdas, konyol, lucu. thx to ... Sundea, Aurelia Tiara yang udah ikut partisipasi yaaahhh. Sukses yaaaah! |
 | Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Sundea |
Pengantar: Ini buku abnormal. Ketika banyak orang menulis tentang hal-hal besar dan penting, buku ini bicaraa tentang hal-hal kecil dan tak penting.
Ketika orang bicara tentang gagasan-gagasan mendalam, buku ini bicara tentang kesan di permukaan. Ketika di sekolah-sekolah, ibu guru ngotot mengajarkan bahasa Indonesia yang baik dan benar buku ini bicara dengan bahasa santai pergaulan. Ketika bagi orang dewasa cerita anak-anak adalah sesuatu yang kedaluarsa, buku ini seperti bersikukuh mengatakan: persepsi kanak-kanak tak mengenal masa. Ketika banyak peristiwa sepele berlarian lewat tanpa kesan, buku ini menangkapinya dengan penuh perhatian. Ketika orang kebanyakan memandang segala sesuatu dengan inteligensi buku ini mengamati segala hal dengan mata hati dan imajinasi. Ketika orang gemar memasti-mastikan genre atawa kategori suatu karya, bahkan lantas merasa sangat kuasa menentukan kualitas dengan angka, buku ini mengaburkan semuanya. Tak jelas ini buku apa, kudu dinilai bagaimana dan mesti dibaca siapa.
Ini buku abnormal. Tapi bukankah "normal" kadang berarti sangat stereotip atawa steril, dan karenanya miskin dan kreatif? betapa kerap kita terpenjara bahkan teraniaya oleh "kenormalan".
Ini buku tak penting. Tapi bukankah banyak hal yang kita kira penting sebenarnya tak sungguh penting? Betapa kerap kita terkecoh ihwal apa yang sesungguhnya penting.
Buku ini ganjil, seperti membuka mata hati terhadap kesatuan asasi dalam hal kecil sehari-hari: suatu insting ruhani purba, yang selalu tergoda melihat segala sesuatu sebagai suci dan bernyawa. Sesuatu yang telah lama kita lupa. Kelupaan yang sebenarnya telah melahirkan banyak luka dan bencana. (I. Bambang Sugiharto, Filsuf)
Quotes: Hal sederhana dari keseharian dapat kita hayati dengan indah melalui Salamatahari yang kaya akan imajinasi, ketulusan, dan kemesraan relasi dea dengan alam benda dan semesta.. sebuah bacaan inspiratif bagi tua maupun muda. (Marintan Sirait - Jendela Ide, Lembaga Budaya Anak dan Remaja)
Tidak pernah terbersit di benak saya untuk menuangkan pikiran-pikiran kecil dari sudut-sudut kepala saya ke dalam cerita mini seperti dea, sehingga dapat dibagi dengan banyak orang. Senang mengetahui anak kecil dalam diri dea masih terus dibebaskan bermain. (Olivia Kristina Sinaga- Penulis Raiu)
Sekilas Penulis: Sundea, nama aslinya Ardea Rhema Sikhar lahir 10 Juni 1981. Dea Berkarya sejak masih cilik. Tahun 1986 pas TK, Dea sudah doyan bikin komik. Sekitar 1988, Dea sering menerima orderan temen-temen SDnya yang numpang dibuatin cerpen-cerpen. Beberapa cerpen Dea kirim ke media dan sempet dimuat di Arena Kecil Majalah Bobo. Pas SD Dea juga sempet meredaksi Majalah Junior di sekolahnya, SD St. Vincentius.
Masuk SMP Dea makin demen nulis. Dea Kembali meredaksi redaksi majalah sekolahnya, Majalah Vincent. Di SMUnya, Dea juga dipercaya mengurus majalah dinding, Buletin persekutuan Doa SMUK Yahya. Karyanya beberapa kali dimuat dalam majalah kawanku pada era itu.
Masuk kuliah di sastra Indonesia Universitas Padjajaran tahun 2001 minatnya pada menulis semakin menjadi saja. Tulisan-tulisannya sempet dimuat di Drive Thru Magz dan Joni Gubhrag. Sejak 2003 Dea secara rutin cerita-cerita buat pembaca Minor Bacaan Kecil dalam rubrik Teras Kita. Cerita-ceritanya selalu mini dan simpel. Namun disitulah kekuatan tulisan Sundea. 
| Category: | Books | | Genre: | Literature & Fiction | | Author: | Dewi Lestari |
Book of the month Mulai bulan September ini, Tobucil punya pojok khusus untuk teman-teman yang senang membaca dan memberi komentar pada sebuah karya. Untuk bulan September ini, karya yang kami pilih yaitu "Filosofi Kopi" karya Dewi 'Dee' Lestari. Buat temen-temen yang belum punya "Filosofi Kopi", Tobucil menyediakan buku tersebut yang bisa teman-teman baca secara gratis tentunya. Ditunggu komentar-komentarnya ya! Share your 'stick notes' on our corner!
Filosofi Kopi’s thoughts—stopping by
3 September 2006 Manda--21 tahun--mahasiswi Filosofi Kopi?? Keren keren… menurut gue kumpulan cerpen yang gampang dimengerti... dibanding Supernova, Filosofi Kopi lebih ringan… gue paling suka cerpen yang judulnya "Mencari Herman" : Jika kau menginginkan satu jangan ambil dua, karena satu menggenapkan, tapi dua melenyapkan.
Nabun--Producer&Artist MGT After the Supernova Series, Fil-Kop is definitely something to keep an eye on… Kenapa ya? Ya keren aja gituh.. Rock on!
4 September 2006 Danu--30 tahun Terdengar seperti tembang. Enak buat didengerin.
Hilarius --22 tahun Ga nyangka, cerpen Dee memang pantas untuk diperhitungkan. Cerita yang tidak terlalu menarik jika dilihat dari judul but, sewaktu membacanya, walaupun hanya sebagian, memberi kesan, bahwa apa yang selama ini yang saya tidak tahu (Filosofi Kopi), jadi saya mengerti bahwa sebenarnya Filosofi Kopi sama dengan filosofi manusia (ada kesamaan).
Ayux Filosofi Kopi!! Keren tuh, hanya butuh waktu semalam aja buat ngabisin bukunya. Berbobot, sederhana, ..realis. Butuh beberapa waktu buat merenungi hal-hal umum, simple, kecil yang terjadi di sekeliling kita. Yuuu… "gue mencari coffee" Kopi Tiwus Artinya : walau tak ada yang sempurna. Hidup ini indah begini adanya. Keren banget kata-katanya!!!
5 September 2006 Tanti--25 tahun … Karya apik yang tidak memiliki faktor "Herman Suherman", maksudnya: membaca karya ini beberapa kali tidak membuat saya bosan atau tidak melenyapkan keapikan dari karya ini. Dee bisa mengangkat penggambaran tema cinta yang unik, bukan melulu dengan bunga, lirik lagu, atau rayuan-rayuan romantis (atau gombal hueheheh) tapi Dee menghadirkan Sikat gigi, Kecoak, pohon, spasi/ruang bahkan kopi. Kayanya karya ini bisa jadi "pelepasan" paska patah hati deh hehehe. Banyak lirik-lirik yang bikin nyadar kalau mencintai bisa datang dari hal yang sederhana… it’s readable!
6 September 2006
Mizzz Payet Untung Rico de Coro disimpen di belakang. Kalo si Herman yang ada di belakang bete lah! Nyari Herman kok segitunya… Ok deh coba lebih disimpelkan aja lah urusan hidup kita. Simple tapi hasil maksimal kan asik tuh…
7 September 2006
Kiwu Asik.. asik.. tapi yang cerpennya aja. Yang prosa gak rame.. bosen sama yang puitis gak jelas gitu mah, bacanya juga dlewat. Tapi cerpen ok2 semua.yang pasti Dewi… iyeeeeuuu!!
8 September 2006
Tanto Dewi Buddhist banget!
Sarita Keren …cukup inspiratif apalagi Salju Gurun, Spasi, Surat yang tak Pernah Sampai dan Kuda Liar… tulisan mbak Dewi yang paling menyenangkan tidak perlu mengernyitkan kening.
9 September 2006
Adheet Cerpen pertama : WAW! Serasa berada di sebuah tempat minum kopi, yang bisa memberikan franchise, dan sedang menyeruput 1 cup/cangkir kopi. Hmmm.. taste good! Untuk cerita-cerita yang lain, bagus sih, tapi perlu mengernyitkan dahi dulu baru bisa (sedikit) ngerti. But, I like Dee’s for non-mainstream stories
Riswan Dewi Lestari… pohon besar yang masih mampu mendengar riangnya nyanyian kupu-kupu. It’s True ( ) Dee
10 September 2006 thiex asik banget tuh!!ringan dan lucu and enak banget dibacanya...Dee's one of the best woman author in Indonesia and my fave Indonesian author. Fanny--the fun (lomonesia.com/pegawai negeri) seandainya fil kop beneran ada. tiap hari gue bolos deh
20 September 2006
Gie
Delicious! enak tanpa jadi enek...bukti bahwa gak harus selelau nyeleneh n ngejelimet buat 'nyastra'
Tapi sebagai coro fobia. Protes ah. gada binatang yang bisa jadi objek selain coro? hikkss
| |